Search for:
Kisah Suku Eskimo: Suku Inuit
Kisah Suku Eskimo: Suku Inuit

Sejarah Singkat Suku Inuit

Kata Inuit merujuk secara luas pada penduduk asli Arktik pada Alaska, Kanada, dan Greenland. Inuit berarti “orang”, serta bahasa yang mereka pakai dianggap Inuktitut, meskipun ada dialek wilayah yang dikenal dengan nama yg sedikit tidak sinkron. saat ini, komunitas Inuit Kanada tinggal di Inuit Nunangat yg secara longgar didefinisikan menjadi “tanah air Inuit” yang dibagi menjadi empat wilayah.

Selama berabad-abad komunitas ini mengandalkan sumber daya alam mereka, pemimpin yang kuat, serta alat serta keterampilan inovatif buat menyesuaikan diri menggunakan lingkungan yang dingin serta keras di utara Arktik. Orang-orang Inuit bertahan hayati terutama menggunakan memakan ikan serta mamalia bahari mirip anjing laut, paus, karibu, dan walrus.

Buat menghormati tanah dan samudera yang menyediakan bagi mereka, mereka, mirip Penduduk asli lainnya, memakai semua bagian binatang secara efisien untuk kuliner, sandang, serta peralatan, membangun tombak serta tombak yang inovatif, mantel jaket, selimut, serta bahtera. oleh karena itu, hingga hari ini, orang Inuit sangat menjunjung tinggi inklusivitas, sumber daya, kolaborasi, serta “pengambilan keputusan melalui diskusi serta konsensus.”

Sementara individu diperlukan buat berdikari dan memenuhi peran mereka pada rakyat, setiap anggota jua dibutuhkan buat mendukung serta membantu yg lain untuk bisa Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya. Suku Inuit telah menggunakan penamaan, atau penggantian nama, buat melawan warisan serta praktik kolonial dengan menentukan nama dalam bahasa mereka sendiri. ketika pemerintah Kanada secara resmi mengakui klaim Inuit atas tanah tersebut, penduduk mengganti nama daerah tadi menjadi Nunavut, yang berarti “tanah kami” pada bahasa Inuktitut. di luar definisi literal, Nunavut berkonotasi tempat tinggal dan korelasi yang mendalam serta keterkaitan menggunakan tanah.

Kisah Suku Eskimo: Suku Inuit

Tempat Tinggal Suku Inuit

Nunavut merupakan wilayah terbesar serta paling utara di Kanada. pada abad kedelapan belas dan kesembilan belas, pedagang Eropa, nelayan, dan pemburu paus mulai melakukan perjalanan rutin buat mendirikan pos ekspresi dominan panas di wilayah yang luas. semenjak awal abad kedelapan belas dan hingga akhir tahun 1930-an, perdagangan slot online bulu yang ramai berkembang antara orang Eropa serta Inuit. tetapi, wilayah tersebut jauh dari Ottawa, serta secara historis hanya menerima sedikit investasi atau perhatian. dengan berakhirnya perdagangan bulu dan menipisnya sumber daya laut yang krusial seperti paus, banyak komunitas Inuit dibiarkan tanpa wahana buat berkembang.

Di tahun 1940-an, pemerintah mulai menempatkan suku Inuit dalam komunitas tetap, serta tekanan buat mengikuti keadaan dengan cara-cara Barat semakin tinggi. Cara tradisional dibuang dan Inuit sebagai tergantung di pemerintah buat pendidikan, perawatan kesehatan, serta layanan lainnya. lebih banyak didominasi dari 60.000 orang Inuit Kanada tinggal pada komunitas kecil yang tidak lebih asal 1.000 orang. Ini acapkali ialah komunitas miskin, yg terletak ribuan kilometer berasal satu sama lain, yg membangun problem transportasi dan komunikasi yang luas. Beberapa komunitas, setidaknya untuk sebagian tahun, hanya dapat diakses menggunakan pesawat.

Inuit menghasilkan Slot Gacor Hari Ini Inuit Tapiriit Kanatami (ITK), sebelumnya Inuit Tapirisat asal Kanada, pada tahun 1971. ITK mewakili empat tanah air regional yg berbeda: Inuvialuit (Northwest Territories), Nunavik (Northern Quebec), Nunatsiavut (Northern Labrador), serta Nunavut, yg sebagai daerahnya sendiri pada tahun 1999. sehabis bertahun-tahun melalui negosiasi yang sulit, setiap wilayah telah berhasil merampungkan perjanjian hak-hak aborigin yg dilindungi secara konstitusional. di wilayah ini, suku Inuit menerima hak atas tanah dan , pada bawah beberapa perjanjian pemerintahan sendiri, memperluas kekuasaan administratif buat memerintah berdasarkan pandangan dunia mereka.

Suku Polahi Di Gorontalo Dan Kepercayaannya
Suku Polahi Di Gorontalo Dan Kepercayaannya

Jika di ada Suku Anak Dalam, suku terasing yang masih suka hidup klikwin88 secara nomaden di Jambi. Maka, di Gorontalo ada Suku Polahi yang hidup di pedalaman hutan Gorontalo. Suku yang satu ini terkesan unik karena memilih untuk mengasingkan diri jauh dari zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) berada di Indonesia.

Suku Polahi Di Gorontalo Dan Kepercayaannya

Pilihan suku polahi untuk mengasingkan diri ke tengah hutan Gorontalo diawali pada saat zaman VOC, di sekitaran abad ke-17. Dimana saat itu VOC menindas para warga Indonesia, hingga membuat nenek moyang suku polahi lari dan mengasingkan diri di dalam hutan untuk menhindari peraturan dan penindasan yang dilakukan oleh VOC pada saat itu. Suku polahi memilih promo slot terbaru untuk tinggal di dalam hutan dan membentuk suku yang nomaden dari satu hutan ke hutan lainnya, sampai akhirnya memilih untuk menetap di area yang saat ini sedang mereka tempati.

Polahi sendiri yang memiliki arti pelarian dalam bahasa Gorontalo, adalah sekelompok suku adat yang memilih untuk tinggal di hutan, lebih tepatnya berada di lereng gunung Boliyohuto Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo.

Bahkan juga mereka juga tidak ingin berjumpa dengan warga yang berada di perkampungan, mereka cenderung pilih tinggal di tengah-tengah rimba yang gelap pekat daripada harus tinggal di perkampungan masyarakat.

Disamping itu, suku ini kerap beralih-pindah tempat dari rimba satu ke rimba lainnya, ini terjadi saat kematian tiba jemput salah satunya keluarga mereka.

Karena ada kepercayaan yang dianut jika mereka tidak pindah saat ada yang meninggal maka kutukan dan kesialan akan merundung mereka.

Agar bisa sampai ke tempat tinggal suku Polahi, orang diharuskan menempuhi medan sulit selama berjam-jam. Suku yang memiliki mata pencaharian utama sebagai petani ini tidak mengenal huruf, angka, dan tentunya kemajuan teknologi.

Beberapa orang Suku Polahi masih memakai tanaman semacam daun woka sebagai baju. Beberapa rumah masyarakat hanya tiang kayu yang beratap daun-daun kering. Beberapa orang Suku Polahi dikenal juga tidak beragama dan melestarikan praktek kawin sedarah. Ayah dapat menikah dengan anak, kakak dengan adik, yang perlu sama-sama menyukai.

Tetapi seiring waktu berjalan, beberapa Polahi sekarang mulai menyesuaikan dengan warga yang berada di perkampungan. Mereka mulai menggunakan baju seperti warga biasa, dan memulai jual hasil panen ke perkampungan dan hasilnya dibelikan keperluan lain.

Tetapi mayoritas orang masih mengangap Polahi bukanlah orang Gorontalo, dan mereka sering mendapatkan olokan sebagai manusia yang ketinggal jaman, tidak berpendidikan, dan primitif.